Friday, March 25, 2011

Tetap Untukmu

Kau istimewakan diriku di hatimu...
Terasa diri terlahir kembali..
Dengan semua perlakuanmu padaku..
Begitu berharganya diri ini untukmu..
Kau motivator terhebat saat sedihku..
kau hapus air mataku kala tangis menghampiri..
Indahnya kebersamaan adamu..
Melengkapi kesempurnaan yg belum ku dapati..
Ku suka caramu membuatku tertawa..
Karna sebuah pendapat yang sering berbeda..
Kau biarkanku ikuti langkah..
Namun kau selalu ada tuk raih tanganku jika ku jatuh..
Di bait sederhana ini..
Ku hanya ingin kau tahu..
Meski kadang terjadi perselisihan di antara kita..
Hati ini tetap utuh untukmu..


Emma : 25 march 2011

Wednesday, March 23, 2011

Patung Gerah
















Patung-patung ini ku jumpai di pinggir jalan tepatnya di depan kondominium TaiBay.

Sunday, March 20, 2011

MERUBAH DIRI

       Dalam keseharian, banyak sekali ketidak puasan atau ketidak nyamanan yang justru tercipta dari teman atau rekan kerja yang notabene berada di sekeliling kita.


       Kita mungkin sering mengritik teman karena kebiasaan yang menurut kita ngga sejalan, di lihat dari berbagai kriteria.
Kita jg kerap meminta teman untuk menyesuaikan diri dengan keadaan di sekeliling.
Dan kita jg sering ngrasa sebel, bosen dengan temen yg selalu kita beri saran, namun toh masih aja nglakuin hal yg sama, otomatis  tuntutan kita itu sering kali menghadapi kendala, suara kita terabaikan begitu aja. Lantaran lelah menuntut perubahan, karena suara kita tidak di indahkan, akhirnya kita muak dan  memilih diam.



        Masalahnya di sini..... Kalau kita sudah dengan susah payah menuntut perubahan pada orang lain, namun hasilnya nihil.
Kenapa tidak mencoba tuk merubah diri sendiri.....Yakinkan diri terlebih dahulu, bahwa kita mesti berubah dan mampu melakukan sesuatu yang orang tersebut tidak mampu.
Nah....baru kemudian melangkah untuk merubah dan meyakinkan orang lain bahwa perubahan itu sangatlah penting bagi diri sendiri, tentunya dengan mencontohi pada perubahan kita dengan keberhasilan yang positive.


        Mengibarkan bendera perubahan, namun pada kenyataan nya diri kita tidak mempunyai kwalitas diri yang patut di banggakan, sama aja artinya bicara ama tembok tebal.....

Sunday, March 13, 2011

ABU NAWAS

   
       Pada suatu sore ketika Abu Nawas ke warung teh, kawan-kawannya sudah berada di situ. Mereka memang sengaja sedang menunggu Abu Nawas.
     
     "Nah ini Abu Nawas datang." kata salah seorang dari mereka.
      "Ada apa?" kata Abu Nawas sambil memesan secangkir teh hangat.
      "Kami tahu engkau selalu bisa melepaskan diri dari perangkap-perangkap yang dirancang Baginda Raja Harun Al Rasyid. Tetapi kami yakin kali ini engkau pasti dihukum Baginda Raja bila engkau berani melakukannya." kawan-kawan Abu Nawas membuka percakapan.
    
     "Apa yang harus kutakutkan. Tidak ada sesuatu apapun yang perlu ditakuti kecuali kepada Allah Swt." kata Abu Nawas menentang.
      "Selama ini belum pernah ada seorang pun di negeri ini yang berani memantati Baginda Raja Harun Al Rasyid. Bukankah begitu hai Abu Nawas?" tanya kawan Abu Nawas.
     
     "Tentu saja tidak ada yang berani melakukan hal itu karena itu adalah pelecehan yang amat berat hukumannya pasti dipancung." kata Abu Nawas memberitahu.
     "Itulah yang ingin kami ketahui darimu. Beranikah engkau melakukannya?"
     "Sudah kukatakan bahwa aku hanya takut kepada Allah Swt. saja. Sekarang apa taruhannya bila aku bersedia melakukannya?" Abu Nawas ganti bertanya.
    
     "Seratus keping uang emas. Disamping itu Baginda harus tertawa tatkala engkau pantati." kata mereka. Abu Nawas pulang setelah menyanggupi tawaran yang amat berbahaya itu.
Kawan-kawan Abu Nawas tidak yakin Abu Nawas sanggup membuat Baginda Raja tertawa apalagi ketika dipantati. Kayaknya kali ini Abu Nawas harus berhadapan dengan algojo pemenggal kepala.

      Minggu depan Baginda Raja Harun Al Rasyid akan mengadakan jamuan kenegaraan. Para menteri, pegawai istana dan orang-orang dekat Baginda diundang, termasuk Abu Nawas. Abu Nawas merasa hari-hari berlalu dengan cepat karena ia harus menciptakan jalan keluar yang paling aman bagi keselamatan lehernya dari pedang algojo. Tetapi bagi kawan-kawan Abu Nawas hari-hari terasa amat panjang. Karena mereka tak sabar menunggu pertaruhan yang amat mendebarkan itu.

      Persiapan-persiapan di halaman istana sudah dimulai. Baginda Raja menginginkan perjamuan nanti meriah karena Baginda juga mengundang raja-raja dari negeri sahabat.
Ketika hari yang dijanjikan tiba, semua tamu sudah datang kecuali Abu Nawas. Kawan-kawan Abu Nawas yang menyaksikan dari jauh merasa kecewa karena Abu Nawas tidak hadir. Namun temyata mereka keliru. Abu Nawas bukannya tidak datang tetapi terlambat sehingga Abu Nawas duduk di tempat yang paling
belakang.


      Ceramah-ceramah yang mengesankan mulai disampaikan oleh para ahli pidato. Dan tibalah giliran Baginda Raja Harun Al Rasyid menyampaikan pidatonya. Seusai menyampaikan pidato Baginda melihat Abu Nawas duduk sendirian di tempat yang tidak ada karpetnya. Karena merasa heran Baginda bertanya,
      "Mengapa engkau tidak duduk di atas karpet?"

      "Paduka yang mulia, hamba haturkan terima kaslh atas perhatian Baginda. Hamba sudah merasa cukup bahagia duduk di sini." kata Abu Nawas.
      "Wahai Abu Nawas, majulah dan duduklah di atas karpet nanti pakaianmu kotor karena duduk di atas tanah." Baginda Raja menyarankan.
      "Ampun Tuanku yang mulia, sebenarnya hamba ini sudah duduk di atas karpet."

       Baginda bingung mendengar pengakuan Abu Nawas. Karena Baginda melihat sendiri Abu Nawas duduk di atas lantai.
       "Karpet yang mana yang engkau maksudkan wahai Abu Nawas?" tanya Baginda masih bingung.
       "Karpet hamba sendiri Tuanku yang mulia. Sekarang hamba selalu membawa karpet ke manapun hamba pergi." Kata Abu Nawas seolah-olah menyimpan misteri.
      "Tetapi sejak tadi aku belum melihat karpet yang engkau bawa." kata Baginda Raja bertambah bingung.
     "Baiklah Baginda yang mulia, kalau memang ingin tahu maka dengan senang hati hamba akan menunjukkan kepada Paduka yang mulia." kata Abu Nawas sambil beringsut-ringsut ke depan.

      Setelah cukup dekat dengan Baginda, Abu Nawas berdiri kemudian menungging menunjukkan potongan karpet yang ditempelkan di bagian pantatnya. Abu Nawas kini seolah-olah memantati Baginda Raja Harun Al Rasyid. Melihat ada sepotong karpet menempel di pantat Abu Nawas, Baginda Raja tak bisa membendung tawa sehingga beliau terpingkal-pingkal diikuti oleh para undangan.

      Menyaksikan kejadian yang menggelikan itu kawan-kawan Abu Nawas merasa kagum.
Mereka harus rela melepas seratus keping uang emas untuk Abu Nawas.

cerita dari: berbagai sumber.

Wednesday, March 9, 2011

PERCAYA DIRI

    
     Minder, gugup, takut adalah perasaan alami manusia yang diberikan Tuhan agar kita tidak terlalu kelewat percaya diri sehingga akhirnya menjadi sombong.
Semua orang pasti memiliki rasa minder, hanya saja konteks dan kadarnya berbeda-beda. terkecuali orang gila dan orang mabok.
  
     Memaksimalkan potensi dan produktifitas dengan mengenali kelemahan dan kelebihan diri sendiri adalah cara yang tepat untuk menepis rasa tidak percaya diri.

Jika kita percaya diri, kita akan lebih memiliki kontrol terhadap berbagai situasi dan keadaan, dan lebih tahan terhadap berbagai tekanan, karena punya tempat berpijak dan cara berpikir yang kokoh.

SEBUAH KEGAGALAN

      Mencoba untuk membuka usaha ini dan itu, namun  selalu saja tidak berhasil, bahkan gagal disaat baru memulai, atau juga karena tidak tahu harus dari mana memulainya, di saat usaha itu berdiri namun tidak bisa menjalankan atau mengembangkan seperti apa yang kita rintis dari awal, akhirnya harapan untuk membangun sumber income, hilang...musnah laksana debu di terpa angin lalu.
Kegagalan-kegagalan seperti itu biasanya bukan membuat kita makin bersemangat untuk memulai hal yang baru lagi, malah semakin mematikan semagat dan menciptakan ketakutan yang amat besar, terkadang membuat hati kita minder.
      Di tengah kondisi seperti itu, biasanya banyak kata-kata negatif yang seolah-olah menghakimi, dan tentunya sangat membebani di setiap gerak kita.
Tat kala hati tergerak untuk mencoba lagi, faktor yang dipikirkan kembali adalah,
apakah waktunya sudah pas? apakah bisa? apakah berani? apakah ini dan itu yang selalu membuat kekawatiran akan kegagalan yang serupa.
kita justru seringkali lebih memikirkan kegagalan daripada kemungkinan untuk berhasil.


     Jika saat ini kegagalan sedang menimpa anda, tentu ada maksud di balik kegagalan anda.
jangan patah semangat, teruslah mencoba dan terus mencoba.
Tak perlu menunggu hari baik menghampiri anda, segeralah bertindak untuk mendapatkan kesuksesan anda.
Banyak jalan menuju roma, salah satu bunyi ungkapan.
Jadi,memaksimalkan kemampuan diri dan terus berbenah merupakan syarat mutlak dalam meraih keberhasilan.

Sunday, March 6, 2011

Spirit

Kita bisa di sebut sukses di lihat dari sejauh mana kita mengelola dengan uang kita, bukan di lihat dari seberapa banyak uang yang menumpuk dalam saku kita.

Tuesday, March 1, 2011

SYUKUR

Bersyukur atas nikmat kecil yg telah Tuhan berikan pada kita... Insya Allah kehidupan ini akan terasa tenang, damai dan bahagia